Cara Meningkatkan Penghasilan AdSense Blog, 100% Efektif!

Cara Meningkatkan Penghasilan AdSense Blog, 100% Efektif!
Daftar Isi Artikel
Cara Meningkatkan Penghasilan AdSense Blog

Renovasi Otak - Bagaimana cara meningkatkan penghasilan adsense blog? Google Adsense merupakan jaringan pengiklanan online terpopuler dan terbesar hingga saat ini. Bahkan kebanyakn blogger dan pemilik situs besar mengharapkan agar bisa bergabung dengan Adsense untuk menjadi publishernya.

Dengan menggunakan Adsense, publisher akan mendapatkan penghasilan dari seberapa banyak orang melakukan klik terhadap iklan yang muncul pada sebuah blog.

Namun untuk menjadi publisher Adsense tidak mudah juga. Pengguna harus menaati ketentuan dan kebijakan yang sudah ditetapkan.

Pastinya, ketika iklan sudah terpasang Anda ingin meningkatkan penghasilan Adsense. Karena meskipun sudah diterima, Anda tidak bisa mendapatkan gaji secara rutin bulanan, pasti semua bertahap. Hal ini banyak dialami para blogger yang sudah merasa mempunyai banyak traffic namun tidak bisa mendapatkan earning yang banyak.

Baca Juga: Cara Memasang Lazy Load AdSense untuk Mempercepat Loading Iklan.

Cara Meningkatkan Penghasilan AdSense Blog Versi Renovasi Otak

Cara Meningkatkan Penghasilan AdSense Blog

1. Mendatangkan Traffic

Jika blog Anda masih tergolong baru, jangan terburu buru untuk menargetkan penghasilan dari Adsense.

Akan lebih baik lagi jika Anda mengupdate konten-konten menarik yang mampu mendatangkan pengunjung/visitor/traffic.

Banyak cara untuk mendatangkan traffic ke blog kita. Seperti, jika Anda menargetkan traffic dari mesin pencari, mungkin Anda bisa menggunakan teknik SEO. Atau, menargetkan traffic dari sosmed, Anda bisa membuat konten semenarik mungkin untuk memikat pengunjung ke blog Anda.

2. Meningkatkan Penghasilan AdSense dengan Riset Keyword HPK

Cara meningkatkan pendapatan AdSense blog selanjutnya adalah riset kw HPK. Tidak jauh menyimpang dengan nomor satu diatas, riset keyword ini ditujukan untuk mengetahui apa saja kata kunci yang sering digunakan pengguna untuk mencari informasi yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, riset keyword juga bisa digunakan mengetahui HPK (High Paying Keyword).

Biasanya, keyword yang bernilai tinggi yaitu keyword yang digunakan untuk membuat konten tentang bisnis, kesehatan, dan perbankan (itupun opini saya). Akan tetapi tidak menutup kemungkinan keyword lain memiliki CPC yang tinggi.

Banyak tools gratis yang bisa digunakan untuk riset keyword seperti Ubersugest dan Google Planner. Namun saya tidak akan membahas cara riset keyword untuk mendapatkan CPC yang tinggi di artikel ini, pastinya akan panjang jika dijelaskan.

3. Mengoptimalkan Kecepatan Blog

Sebagian besar para ahli Adsense mengatakan kalau ingin penghasilan Adsense meningkat, optimalkan kecepatan website atau blog yang dikelola.

Hal ini dikarenakan jika blog Anda ketika diakses pengunjung mempunyai loading yang lambat, kemungkinan besar iklan tidak akan muncul.

Mudahnya, untuk memuat semua isi blog saja sudah lambat, apalagi ditambah script Adsense?

Belajar dari pengalaman, saya pernah menggunakan template yang memiliki banyak fitur keren namun tidak begitu berguna, dan pastinya banyak juga script yang membuat loading blog menjadi lambat. Meskipun sudah mempunyai traffic yang cukup, namun hasil pendapatan dari iklan tidak seperti yang saya bayangkan.

Setelah banyak teman blogger yang melapor 'kenapa iklan Adsense nggak muncul?'

Saya langsung bertanya kepada salah satu ahli Adsense di suatu grup dan ia menyarankan untuk mencari template yang performa loadingnya cepat. Dan benar saja, setelah saya ganti template yang menurut saya super ringan ini, penghasilan Adsense bisa mencapai hingga 10x lipat dari sebelumnya.

Jika masih ragu dan tidak percaya dengan cara ketiga ini, Anda bisa langsung mempraktekkannya dengan cara mengubah template yang ringan, atau mengoptimasi loading dari template yang digunakan.

4. Desain Template Sebaik Mungkin

Meningkatkan kecepatan akan sia-sia jika blog Anda mempunyai tampilan desain yang kurang menarik. Pengunjung akan kesulitan dan merasa tidak nyaman pada saat mengunjungi blog Anda.

Gunakanlah template yang userfriendly, responsive, bersih. Selain itu, hindari juga penggunaan elemen-elemen yang tidak berguna, kalau perlu hapus saja. Jika pengunjung nyaman, potensi klik iklan pada blog Anda akan semakin besar.

5. Menempatkan Iklan di Tempat Terbaik

Google menyarankan agar publisher menempatkan iklan pada tempat yang benar. Banyak slot yang bisa digunakan untuk menyisipkan iklan Adsense didalamnya. Namun pertanyaannya adalah, iklan tersebut mengganggu pengunjung atau tidak?

Baca Juga: Inilah Alternatif AdSense Terbaik 2020.

Seperti yang Anda ketahui, Google selalu mengedepankan kenyamanan pengunjung ketika mengakses sebuah blog. Jika pengunjung saja tidak nyaman ketika membaca artikel Anda, apalagi untuk mengklik iklan tersebut?

Penempatan iklan yang benar yaitu dibawah header, dibagian sidebar, dan dibawah artikel. Kenapa saya mengatakan begitu? Karena kebanyakan pengunjung blog ini mengklik iklan dibagian itu.

6. Menggunakan Unit Iklan Responsive

Unit iklan responsive berpotensi besar untuk meningkatkan penghasilan AdSense dan mendapatkan klik. Karena unit iklan ini mendukung semua versi perangkat. Iklan responsive akan mengikuti ukuran perangkat yang digunakan untuk mengakses blog tersebut, ntah itu mobile maupun desktop.

Baca Juga: Mengenal Istilah-Istilah dalam Google AdSense.

Banyak sumber yang mengatakan bahwa, kebanyakan pengguna yang mencari informasi di internet menggunakan perangkat mobile (smartphone) daripada desktop (komputer/laptop). Jadi, unit iklan responsive sangat baik untuk digunakan.

Kurang lebih seperti itulah cara meningkatkan penghasilan Adsense blog, semoga beberapa tips diatas bisa mengatasi masalah pendapatan iklan yang minim.

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>

Baca Juga:

Baca Juga:

Baca Juga:


Konten Unggulan