Cara Memilih Hosting yang Tepat untuk Pemula

Cara Memilih Hosting yang Tepat untuk Pemula
Daftar Isi Artikel
Cara Memilih Hosting yang Tepat untuk Pemula

Renovasi Otak - Hosting dan domain seolah-olah menjadi sebuah hal yang saling berkaitan dalam dunia internet. Ketika Anda ingin membuat website untuk bisa diakses orang lain, Anda pasti membutuhkan domain dan hosting. Domain merupakan alamat dari sebuah website (misal: nandorifky.com). Nah, jika domain adalah alamat, hosting merupakan rumahnya. Jadi, semua isi yang ada pada website tersebut (nandorifky.com) disimpan pada sebuah hosting.

Banyak orang yang masih kebingungan bagaimana cara memilih hosting yang tepat dan pas untuk dijadikan sebuah website. Terlebih, bagi pemula yang baru memasuki dunia website. Namun, jangan khawatir, disini saya akan memberikan tips memilih hosting sendiri yang baik dan benar.

Bagaimana Hosting Bisa Dikatakan "Tepat"?

Dalam memilih sebuah hosting, seharusnya Anda tidak hanya memperhatikan harga dan disk space nya saja. Anda juga harus menyesuaikannya dengan apa tujuan website yang akan dibuat nanti, apakah untuk sebuah blog yang estimasi pengunjung harian hanya ribuan, untuk portofolio, toko online, ataupun yang lainnya? Selain itu, apakah perlu akses SSH atau tidak, perlu kecepatan tinggi atau tidak, dan masih banyak lagi. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap pemilihan hosting.

Misalnya, Anda membuat blog yang diakses puluhan ribu pengunjung setiap hari. Tentunya, histung yang akan Anda gunakan harus mampu menampung puluhan ribu per harinya, memiliki Core CPU, RAM, serta kapasitas yang cukup. Anda tidak bisa memilih hosting yang hanya memiliki kapasitas 500 MB saja, atau blog Anda akan mengalami overload.

Hosting dikatakan "tepat" jika sesuai dengan tujuan website yang Anda buat, tidak lebih tidak kurang.

Apa Saja Istilah Dalam Hosting?

Untuk memilih hosting yang pas, Anda perlu memperhatikan resource pada sebuah web hosting. Resource ini sangat berpengaruh terhadap kinerja website Anda. Seorang pemula pasti masih asing dengan istilah dalam hosting seperti RAM, CPU, SSD, Disk Space, Bandwidth, dan lain sebagainya. Baik, disini saya akan menjelaskannya satu persatu.

1. CPU

Central Processing Unit (CPU) adalah perangkat komputer yang akan menjalankan instruksi dari software di komputer. Pada intinya, CPU ini merupakan otak dari sebuah komputer. Berada di dalam CPU terdapat sebuah processor(core) yang berfungsi untuk mengatur aktifitas pada komputer tersebut.

Nah, CPU inilah yang nantinya akan menjalankan apasaja yang diinstruksikan oleh software. Software yang dimaksud adalah website.

Biasanya, hosting dengan Core 0.5 GHz - 1 GHz sudah cukup untuk menampung website biasa. Namun untuk keperluan bisnis, saya sangat menyarankan untuk memilih Core 2GHz atau bahkan lebih, agar performa maksimal.

2. RAM

Singkat saja, Random Access Memory (RAM) adalah memori untuk menyimpan data sementara. Intinya, semakin besar RAM, hosting yang Anda gunakan semakin kencang dalam memproses data website.

3. SSD Disk Space

SSD Disk Space merupakan kapasitas dari hosting yang akan Anda gunakan nanti. Jika Anda tau Hardisk, SSD hampir sama dengan itu. Namun, hardisk memiliki kinerja yang sangat lambat daripada SSD. Layanan hosting yang bagus tentunya akan menyediakan SSD (Solid State Drive) sebagai media untuk menyimpan data.

Untuk itu, saat ini banyak sekali peminat web hosting SSD untuk menunjang sebuah website yang mereka miliki.

4. Bandwidth

Bandwidth adalah volume data yang dihitung dalam satuan bps (bit per second). Lebih mudahnya, bandwidth merupakan jalur komunikasi untuk memproses kirim dan terima data dalam hitungan detik.

Koneksi internet yang memiliki bandwidth besar dapat memindahkan data lebih cepat daripada bandwidth yang kecil.

5. DNS Manager

DNS Manager adalah sebuah control panel yang memungkinkan Anda untuk memanagement DNS. Melalui DNS Manager, Anda bisa dengan mudah mengelola DNS record pada website Anda. Sebagian besar layanan hosting saat ini sudah memiliki DNS Manager, seperti salah satunya Hosting Tanjungpinang yang saat ini marak digunakan sebagian besar orang.

Masih banyak istilah lain yang tidak akan saya bahas, karena artikel ini akan berfokus pada bagaimana cara memilih hosting yang benar untuk Anda seorang pemula.

Tips Memilih Hosting yang Tepat

Sebelum menentukan hosting terbaik untuk website Anda, pastikan Anda sudah mempersiapkan semua dengan matang-matang. Berikut ini tips memilih hosting terbaik yang bisa Anda lakukan.

  1. Sesuaikan spesifikasi hosting dengan kebutuhan website yang akan Anda buat. Pertimbangkan semuanya sesuai kebutuhan website Anda, jangan sampai Anda menggunakan hosting dengan kapasitas kecil untuk toko online yang cukup besar.
  2. Pilihlah layanan yang memiliki support keamanan tinggi. Dengan menggunakan hosting yang memiliki antivirus, antimalware, dan auto backup, Anda akan diuntungkan karena kemungkinan kecil website akan terkena virus atau diretas.
  3. Pertimbangkan resource yang ada dalam hosting. Seperti yang saya jelaskan diatas, Anda bisa mempertimbangkan CPU, RAM, Bandwidth, SSD Disk Space sesuai kebutuhan. Jangan sampai Anda dibuat bingung karena website error akibat resource limit.
  4. Pilihlah hosting dengan rincian yang jelas. Jangan sampai Anda tergiur dengan penawaran yang ada pada layanan hosting dan domain. Sebelumnya pastikan semuanya itu jelas, dan benar-benar adanya.
  5. Customer Support (CS) 24 jam dengan pelayanan yang ramah dan berkualitas. Layanan hosting terbaik menurut saya yaitu memiliki CS yang berkualitas dan 24 jam, yang artinya mereka siap melayani dalam memberikan bantuan teknis untuk Anda sebagai pemula.

Hosting merupakan bagian paling penting pada sebuah website. Untuk itu, saya harap dengan menerapkan beberapa cara memilih hosting diatas, Anda bisa dimudahkan dalam menentukan hosting terbaik untuk website Anda.

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>

Baca Juga:

Baca Juga:

Baca Juga:


Konten Unggulan